Tambah-Tambah

Sudah sangat lama sekali banget semenjak post terakhir gue di blog ini. Mungkin beberapa diantara kalian mengira gue bernasib sama seperti Kim Jong Il (sang ‘superman’ yang mengabarkan dirinya ga butuh pipis-boker) yang meninggal beberapa waktu lalu. Tenang, gue masih hidup dan masih butuh melakukan pipis-boker setiap hari untuk bertahan hidup (tentu tidak lupa cebok).

Salah satu alasan kenapa blog gue belum sempat diupdate adalah karena sibuk kuliah. Secara sederhana pembelaan gue dapat dirangkum dalam kalimat berikut: “PLEASE, WAKTU TIDUR GUE AJA KURANG UNTUK DIPAKE BELAJAR, MATI MUDA NIH KULIAH DI ENGINEERING!” Gue ga main video game apapun, gue ga punya tivi, gue ga addicted sama film seri, gue ga clubbing, dan gue ga melakukan hal-hal ‘menyenangkan’ yang  biasa dilakukan mahasiswa; tapi gue masih kurang tidur karena belajar (mungkin karena gue imbesil, atau mungkin kadang-kadang gue masih nyari tante-tante yang mau bayar gue sebagai pria penghibur). Nah sekarang saatnya gue mau pamer bahwa berkat itu gue dapet beberapa penghargaan:

Terus waktu liburan, gue kerja sambilan melatih peserta olimpiade komputer seperti yang sudah gue jelaskan pada post gue sebelumnya (artinya tetap ga sempet nulis blog). Beda dengan tahun sebelumnya, tahun ini gue ngajar di Padang Panjang (sama seperti Padang, namun lebih Panjang) dan Salatiga (kota yang selalu dapat nilai 70 kalau ada 10 soal).  Salah satu kegiatan gue yang paling penting saat mengajar terlihat di foto ini:

Pada liburan kali ini, gue bertemu teman-teman lama gue yaitu Yan Armand Tosin, Maritzka Tedja, Emily May Gunawan, dan Shelvy Hermanto. Gue belum pernah memperkenalkan Shelvy dan Emily di blog ini. Gue kenal Emily karena dulu pernah manggung di birthday party-nya, sedangkan gue kenal Shelvy dari Maritzka waktu SMA. Pada pertemuan hari itu, kami banyak membahas tentang panti pijat plus-plus, etika disana, serta merencanakan kapan kami bisa nyobain kesana. (engga lah, ini bukan blog mesum! Tapi kami memang banyak membicarakan pijat plus-plus di hari itu). Emily menceritakan kekhawatirannya pada pacarnya yang berkuliah di salah satu universitas swasta katolik di Bandung, ia takut pacarnya main ke panti pijat plus-plus karena kabarnya banyak mahasiswa sana hobi main ke tempat mesum semacam itu.

Gue: “Ya jelas lah, universitas swasta gitu. Wajar aja pergaulan super bebas gitu! Sedangkan gue? Tidur aja kurang, mana ada waktu untuk gitu-gituan! Oke, tapi ada juga sih satu temen gue yang suka main kesana.” (temen yang gue maksud itu berinisial AL, ia kuliah di ITB seangkatan sama gue, mukanya mirip figuran yang di film-film Cina kolosal [biasa kalo lagi perang ada di barisan depan, kena panah duluan,  teriak "UUUAAHHGGGHHHTUNGGDESEMWARINGINN!!!", kemudian mati dengan mata terbuka])

Maritzka: “Tempat pijat begitu tuh rasanya kayak narkoba, sekali coba lo bakal susah berhenti.  Ada sensasi tersendiri yang bikin nagih.” (<– orang ini berbicara seperti pakar bukan karena dia berpengalaman sebagai tukang pijat, tapi karena ia mahasiswa jurusan psikologi)

Tosin: “Ga semua universitas swasta gitu juga kali, Vin! Tapi yang gue tau tuh Moestopo, bahkan sering diplesetin jadi Moestopo Bersenggama!” (aslinya Moestopo Beragama)

Gue: “Ah T*i! nyokap gue lulusan Moestopo!” (ya, gue serius)

Di pertemuan ini juga Yan menceritakan bahwa dia pernah digodain tante-tante dan diajak ke rumahnya. Gue juga pengen ikutan cerita kalo gue pernah digangguin kakak kelas gue yang homo, tapi setelah gue pikir-pikir lagi kayaknya kurang keren. Satu hal yang bikin gue rada kaget adalah ketika Maritzka nanya ke gue “Sebenernya di tempat plus-plus gitu ngapain sih, Vin?” Ada dua hal yang muncul dalam benak gue:

  • Gue terlihat sebrengsek itu sampai Maritzka menganggap gue adalah seorang expert dalam bidang per-panti-pijat-plus-plus-an
  • Gue merasa berdosa kalo jawaban gue menyemangati Maritzka untuk mendaftar menjadi pekerja di pijat plus-plus

Memang sih dulu gue, Eka Prima, dan satu teman gue lagi yang bernama Ezra Priya pernah punya angan-angan buka usaha panti pijat plus-plus keliling di sekitar kilang minyak (oil refinery). Pekerja di kilang minyak lepas pantai biasanya banyak duit karena gaji mereka besar dan di lepas pantai ga ada tempat hiburan. Makanya pasti laku kalo menyediakan jasa ‘hiburan’ di sekitar sana. Coba bayangin kalo ada tempat pijat keliling di perahu yang muterin kilang minyak gitu, setiap istirahat siang tempat pijat itu pasti penuh! 10 tahun lagi kami bertiga berencana bertemu untuk membahas bisnis ini (dan 50 tahun lagi keliatannya kami bertiga bertemu di neraka).

Okelah, untuk menjawab pertanyaan Maritzka, gue jujur agak bingung. Apakah gue mesti menjelaskan dengan eksplisit seperti “Jadi ***** pelanggannya dimainin gitu sama mbak tukang pijatnya, terus mereka************ …”. Bisa-bisa blog gue isinya sensor semua. Alhasil gue hanya menceritakan apa yang gue baca di  internet seperti brazzer karena gue sendiri tidak pernah ke panti pijat plus-plus. Eh, maksud gue situsnya tuh kaskus deng, brazzer itu situs porno.

Di menit-menit terakhir pertemuan kami, Shelvy juga mengingatkan gue bahwa sebaiknya gue ngupdate blog gue. Setelah gue pikir-pikir, dia bener juga: umur blog gue hampir lima tahun tapi post-nya cuma 14. Ga heran gue sering digosipin udah meninggal kayak istrinya Syaiful Jamil!

Tunggu, apa istrinya emang benar udah meninggal? gue ga terlalu peduli juga.

Konklusinya: Pertemuan hari itu mengingatkan kami bahwa tempat yang tabu bagi beberapa orang, mungkin saja adalah tempat sakral bagi teman terdekat mereka!

One Response to “Tambah-Tambah”

  1. annisa Says:

    ini mah lo lebih jagoan dari mas p&g yang lo bilang mahasiswa terbaik di teknik lingkungan itu vin hahaha :D

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.