SEKARANG kampus gue sedang libur, gue punya waktu untuk mengupdate blog gue!
Kuliah semester kemarin memang benar-benar menguras energi dan waktu. Bahkan gue dan teman-teman sempat minum Red Bull sebagai doping karena kopi tidak lagi memberikan pengaruh yang signifikan bagi tubuh kami. (walau sebenarnya efek samping Red Bull membuat adrenalin gue meningkat sehingga gue terus goyang2 di kursi [jangan, tolong jangan bayangkan Dewi Perssik, lebih baik bayangkan saja Elly Tran Ha yang ukurannya abnormal itu])
Mungkin kalian menyimpulkan bahwa gue butuh doping karena gue baru belajar saat mendekati ujian. Tidak! Gue udah belajar dari awal semester, mengikuti kelas dari dosen lain, membantu mengerjakan PR teman dari kelas lain, selingkuh sama pacar orang lain, dan lain-lain. Gue sebenernya kagum sama orang-orang yang bisa survive walaupun di hari sebelum ujian masih gue lihat sedang riang bermain ping-pong. Hari-hari dimana gue berangkat ke kampus jam 8 (pagi) dan pulang jam 9 (malam) pun terus berlangsung sampai akhirnya liburan tiba.
Saat liburan adalah saat bagi gue untuk mencari duit. Biasanya gue diminta memuaskan hasrat tante-tante kesepian yang telah lama ditinggal suaminya. Dari pekerjaan inilah gue mengenal Tante Nina. Bekerja dengan Tante Nina sangat menyenangkan karena walaupun ia telah menginjak usia paruh baya, namun ia masih tetap menarik, honornya pun lumayan. Sebenarnya sampai kalimat ini, gue mengasumsikan kalian mengerti bahwa pekerjaan barusan cuman bercanda. Sebenernya kerjaan gue waktu liburan adalah mengajar peserta olimpiade sains bidang komputer. Hal ini bisa terjadi karena sewaktu masih muda dulu, gue adalah salah satu peraih medali di olimpiade sains bidang komputer.
Yang menarik dari pengalaman mengajar kali ini adalah gue mengajar di luar pulau jawa! Gue mengajar di Sumbawa! Setelah mendapatkan informasi bahwa gue harus mengajar disana, yang pertama kali terlintas di pikiran gue adalah: “Gue selamat sampai tujuan gak ya?”.
Maka berangkatlah gue (beserta pengajar untuk mata pelajaran lainnya) dari bandung ke bandara soekarno-hatta. Kira-kira rincian kejadian di bandara adalah seperti ini:
- 1. Menerima tiket pesawat, dipegang dengan tangan kiri
- 2. Ngobrol2
- 3. Mengambil bakpao yang dibelikan teman, dipegang dengan tangan kanan
- 4. Ngobrol2 lagi
- 5. Bakpaonya habis
- 6. Kertas pembungkus bakpao gue remas2
- 7. Meninggalkan kursi dan membuang sampahnya ke tong sampah
- 8. Kembali ke kursi
- 9. Ngobrol2 lagi
- 10. “ANJIR, TIKET GUE MANAA??”
- 11. Lari ke tong sampah
- 12. Ngubek2 tong sampah
- 13. Menemukan tiket
- 14. Kembali ke kursi
- 15. Ngobrol2 lagi
- 16. Pesawatnya datang
Setelah pesawat mendarat, gue merasa senang karena gue pikir jarak ke hotelnya dekat. Ternyata masih 4 jam perjalanan dan mesti lewat laut. Jadi total perjalanan dari bandung ke sumbawa kira-kira 12 jam. Gue bener-bener capek.
Seminggu disana terasa cepat karena materi yang gue sampaikan cukup banyak. Satu-satunya hal yang membuat gue sedih saat pulang ke Bandung adalah saat memikirkan bahwa 12 jam waktu gue terbuang percuma untuk perjalanan. Damn! (tapi gajinya lumayan) ;9
//
santai aja jek kayak di pantai!
Orang bodoh yang ke pantai masih pake kemeja

June 2, 2010 at 11:33 pm |
huehe, tumben tiba2 nulis lagi vin
June 3, 2010 at 8:10 am |
ahahaha, soalnya lagi liburan nih, jadinya bisa!
apa kabar loe mas?? hehehe
June 23, 2010 at 1:25 am |
vin, sy lupa nagih oleh oleh dari sumbawa. ayo bawa ke kampus vin.